Jakarta - Peretas (hacker) situs resmi Presiden SBY, Wildan
Yani Ashari (22), yang ditangkap di Jember mengaku telah meretas lebih
dari 5.000 situs di Indonesia.
Hal ini dibenarkan oleh
Kabareskrim Komjen Pol Sutarman usai menghadiri Rapim di PTIK, Jalan
Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013). ”5.000 web
yang di-hack. Setelah ditangkap, periksa, di log filenya ada 5.000,”
ungkap Sutarman.
Ia mengungkapkan bahwa Wildan bekerja sendiri, bukan berkelompok. “(Wildan) sendiri kerjanya,”ucap Sutarman.
Sutarman
menambahkan, Wildan bisa terancam 5 tahun penjara lebih karena telah
meretas situs resmi SBY. “Tetap ditindak tegas. Ancaman 5 tahun lebih,"
tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, Wildan ditangkap karena meretas
situs www.presidensby.info beberapa waktu lalu. Ia membobol situs itu
dan mengganti halaman mukanya (defacing) dengan gambar polos
berwarna hitam bertuliskan “Jember Hacker Team”. Wildan tidak merusak
situs itu dan hanya melakukan vandalisme dengan cara mengganti tampilan.
Kementerian
Kominfo dan Indonesia Security Incident Response Team on Internet
Infrastructure (ID-SIRTII) kemudian melacakak keberadaan pelaku melalui
IP address. Wildan cukup cerdik, ia mengalihkan IP address ke sebuah
alamat di Amerika Serikat.
Namun, tim Kemenfominfo tak kalah
cerdik, dan mereka menemukan IP address-nya ternyata berada di Jember,
Jawa Timur. Wildan yang merupakan teknisi komputer ditangkap di tempat
kerjanya di warnet Suryacom di Jalan Letjen Suprapto, Jember.
sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1952963/wow-hacker-situs-sby-pernah-bobol-5000-situs#.Uo7VweI4nQU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar